Di sana dinyatakan bahwa Allah-lah yang menjadikan segala apa yang ada di bumi ini untuk kamu semuanya. Silakan kamu mengeksploitasinya, mengambil hasilnya. Terbanglah di udara laksana burung, menyelamlah ke laut laksana ikan, dirikanlah gedung-gedung yang tinggi mengarah bukit, laksana piramida Cheap Jordans (Mesir) atau kebun tergantung (Babylon), atau menara Eifel di zaman modern (Perancis), atau Empire State Building (Amerika). Tembuslah ruang angkasa, seledikilah bulan. Pergunakanlah akalmu dan tiliklah alam sekelilingmu, Allah menghamparkan itu semuanya untuk kamu sebab kamu khalifah-Nya di atas bumi ini.

Kalau kita ambil tafsir yang sebuah lagi, bahwa manusia yang sekarang ini sebagai keturunan dari Adam, sebagai khalifah dari makhluk-makhluk purbakala yang telah hidup sebelum Adam beratus ribu tahun maka sambunglah warisan dari nenek moyangmu manusia yang hidup di dalam gua yang bentuknya masih menyerupai binatang. Sambunglah dengan yang lebih baik.

Ajaran Al Qur’an adalah ajaran keruhanian yang mengandung kebenaran mutlak. Ia bukan hasil research dan penyelidikan. Teori-teori hasil penyeledikan Darwin tidak dapat dijadikan dasar untuk menafsirkan tentang nilai insan sebagai khalifah di bumi ini. Bahkan, sekali-kali tidak pula dapat dibuat untuk membatalkan wahyu Ilahi. Membatalkan kebenaran mutlak Ilahi yang diturunkan oleh wahyu Ilahi. Membatalkan kebenaran mutlak Ilahi yang diturunkan oleh wahyu dengan teori Darwin yang materialistis sifatnya, sama artinya dengan mengganti kitab suci ajaran Tuhan dengan buku Karl Marx.




Oleh karena itu, diajarkanlah oleh Fake Oakleys wahyu bahwa manusia itu bukan monyet, bukan hina, bukan hanya semata-mata asal dari lumut. Namun diajarkan, ia adalah mulia, ia adalah khalifah, baik khalifah Allah maupun khalifah makhluk purbakala yang terdahulu. Tempat diamnya yang pertama adalah di dalam surga cheap nfl jerseys Aden, lalu disuruh datang ke dunia ini untuk melaksanakan perintah Tuhan. Sama derajatnya Suspenso dan cheap jordans online sama asalnya. Bahkan, wahyu yang mulai turun kepada Nabi di dalam Gua Hira menerangkan bahwa semua manusia itu sama-sama dijadikan dari ‘alaq, yaitu segumpa air mani gabungan dari taraib ayah dan shulbi ibu. Lalu, diterangkan bahwa ia dijadikan dalam sebaik-baik kejadian dan sebaik-baik bentuk,

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk replica oakleys yang sebaik-baiknya.” (at-Tiin: 4)

Dikatakan pula bahwa manusia itu diberikan kepadanya rezeki yang baik-baik,

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (al-Isra: 70)

Apakah kesan dari ajaran yang tegas ini? Ia adalah sambungan atau lanjutan dari permulaan ajaran tentang Tuhan Yang Esa, berdiri sendiri. Semua manusia sama mulianya dan sama asalnya dan sama kedudukannya di hadapan Tuhan. Dengan ajaran ini, habislah kepercayaan kuni turun-temurun tentang dewa-dewa manusia keturunan langit, yang mempunyai darah lain dari darang orang lain, manusia yang turun dari atas keindraan untuk dipuja dan dilebihkan dari manusia yang lain.

bersambung…

(Salah satu tulisan Buya Hamka pada Majalah Panji Masyarakat dalam rubrik Dari Hari Ke Hati, 1967-1981)