Mengingat mati mungkin bagi sebagian orang justru tu akan menimbulkan ketakutan, depresi, dan berbagai emosi negatif lainnya. Karena itulah, mungkin kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang dengan kematian.

Mereka berpikir tentang di mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan dipakai besok, menu apa yang akan di siapkan, dan sebagainya. Pembicaraan mengenai kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Ada anggapan bahwa kematian hanya milik orangtua dan orang yang sakit parah. Padahal, kematian selalu mengikuti kemana kita pergi. (Yahya, 2006)

Walaupun begitu, beberapa ahli yang dikutip oleh Vickio (2000) menyebutkan bahwa mengingat mati berkaitan dengan sesuatu yang positif. Seperti yang disebutkan oleh Yalom (1980), bahwa dengan mengembangkan sistem NFL Jerseys Cheap keyakinan yang berhubungan dengan pengalaman kematian, hidup kita akan semakin kaya (lebih bermakna)




Selain itu, mengingat mati juga memiliki keuntungan, yaitu meninggikan kemampuan kita untuk semakin menghargai hidup, mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang mengganggu terhadap kesadaran kita akan eksistensi diri serta membantu kita untuk lebih fokus terhadap apa yang sesungguhnya terjadi (Braun & Berg, 1994; Milo, 1997; Neimeyer, 1997; Weenolsen, 1996 dalam Vickio, 2000).

Kemudian Janoff-Bulman (dalam Vickio, 2000) menambahkan bahwa dengan mengingat mati, maka hidup kita terasa lebih indah dan kita senantiasa memperhitungkan setiap hari yang dilalui. Akhirnya, Vickio (2000)menyimpulkan bahwa mengingat mati dapat membantu kita untuk meningkatkan kepuasan terhadap hidup kita.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Atwater (1983) bahwa kematian itu berhubungan dengan pertumbuhan individu dan eksistensi. Menurutnya, kematian harusnya dipahami sebagai suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan yang pada akhirnya dapat memberikan makna bagi eksistensi manusia. P

Pemahaman ini menjadi penting, karena kita disadarkan akan keterbatasan hidup. Jika seseorang baik muda atau pun tua mulai melihat bahwa mati adalah hal yang tak terpisahkan dengan hidup, maka ini bisa membantu kita untuk hidup lebih dinamis daripada pasif.

Memikirkan kematian juga memberikan kita suatu perspektif baru dalam hidup. Misalnya, kita mencoba berpikir seandainya kita sakit parah dan menjelang mati, apa yang kira-kira kita inginkan orang lain katakan kepada kita?

Apakah kita telah mempersiapkan segala sesuatunya jika suatu saat kita meninggal? Seandainya kita diberi tahu tentang sisa umur kita, apa yang akan kita lakukan untuk mengisinya? Berbagai pertanyaan seperti itu akan mengingatkan kita, bahwa kita harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum terlambat.

Rasulullah SAW bersabda, “Sering-seringlah mengingat si Penutup Segala Kelezatan.” (HR. Tirmidzi).  Disini yang dimaksud adalah yang menjadikan segala kelezatan menjadi tidak enak sehingga kecenderungan kita kepadanya hilang dan menjadikan kita mengabdi kepada Allah SWT.

Pada kesempatan lain, Aisyah ra berkata, “Wahai Rasulullah, Oakleys sunglasses Outlet adakah yang akan dibangkitkan bersama para syuhada?” Jawab beliau, cheap nfl jerseys “Ada. Yaitu orang Cheap Jerseys From China yang mengingat maut dua puluh kali dalam sehari semalam.” (HR. Thabrani)

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘Panduan Praktis Agar Selamat Di Alam Kubur’ karya Oakleys Outlet Ust Manshur El-Mubarok)