Kematian adalah sesuatu yang sangat dahsyat dan menakutkan. Mengapa orang bisa lalai discount oakley dengan kematian yang pasti adanya? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Untuk membuat seseorang ingat akan kematian agar bisa berefek pada perilakunya, maka kita hendaknya mengosongkan hati dari segala sesuatu kecuali ingatan akan kematian. 

Fokus hanya kepadanya. Persis seperti seorang yang akan pergi jauh ke tempat yang berbahaya, maka dia akan fokus hanya kepada bagaimana caranya agar dirinya bisa selamat dari tempat tersebut. Jika ingatan akan kematian ini sudah menusuk ke dalam hatinya dan berefek, maka segala kenikmatan dan kesenangan duniawi akan sirna dari hatinya.

Cara yang mudah untuk menciptakan kondisi ini adalah dengan sering-sering mengingat sahabat dan keluarga yang telah meninggal dunia mendahului kita.




Renungkanlah :

“Bahwa suatu saat kita akan mati dan menyusul mereka, jasad kita akan membusuk seperti mereka dan ingatlah wajah serta penampilan mereka sebelum meninggal. Kemudian renungkanlah bagaimana sekarang tanah telah melenyapkan kecantikan dan ketampanan mereka dan bagaimana bagian tubuh mereka telah hancur membusuk di dalam kubur mereka. Betapa Oakleys Outlet mereka telah cheap jerseys membuat istri mereka menjadi janda, suami mereka menjadi duda, anak mereka menjadi yatim, ayah bundanya menjadi Wholesale nfl Jerseys kesepian, teman-temannya menjadi kehilangan, betapa mereka telah begitu banyak meninggalkan harta benda, rumah, kendaraan, tanah, perhiasan, uang, betapa masjid dan majelis taklim telah kehilangan satu jemaahnya karena ketiadaan mereka dan betapa semua tentangnya tinggal menyisakan kenangan.

Sudahkah bekal kita cukup menemani perjalanan kita? Bukan 1 tahun, 10 tahun, atau 100 tahun, mungkin ribuan, jutaan bahkan triliunan tahun perjalan yang menentukan nasib kita kelak.”

Sejauh seseorang mengenag orang lain dan mengingat keadaan orang itu dan bagaimana cara mereka mati, membayangkan rupanya, mengenag kegembiraannya, bagaimana mereka pernah datang dan pergi, bagaimana kegigihannya dalam menghidupi keluarganya, bagaimana mereka kemudian lupa akan maut, betapa mereka telah SlimBoat terlena dengan kemewahan, betepa mereka yakin dengan kesehatan dan usia muda, kecenderungannya untuk tertawa riang bersenang-senang, kelalaiannya akan maut yang pasti datang dan kehancuran yang tegah menanti dihadapannya, bagaimana mereka pernah pergi ke sana kemari dan kaki mereka serta tulang-tulang sendinya sekarang telah membusuk.

Bagaimana dulu mereka dengan lantang berbicara, sedangkan sekarang mulut dan lidahnya telah menjadi santapan ulat. Bagaimana dulu mereka tertawa riang gembira, sementara sekarang gigi-giginya sudah terlepas dari mulutnya.

Bagaimana dulu mereka mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya siang dan malam seolah tidak akan pernah berpisah dengannnya, dan kini, mereka hanya tinggal bersama kain kafan. Betapa mereka dulu dilenakan dengan gemerlap dunia yang Cheap Football Jerseys melenakan, hingga tidak menyadari saat Malaikat Maut datang dengan tiba-tiba menjemput ajalnya.

bersambung..

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘Panduan Praktis Agar Selamat Di Alam Kubur’ karya Ust Manshur El-Mubarok)