D. Terlindungi dari Dosa dan Maksiat

Dalam setiap saat dan setiap waktunya, kita selalu dihadapkan oleh pertarungan maha dahsyat, yakni pertarungan melawan hawa nafsu yang di komando oleh syaitan. Kita tidak bisa mengelak dan menghindar dari pertarungan ini, kapan saja dan di mana saja. Selama hayat masih dikandung badan, maka kita harus terus berjuang dan bertarung. 

– Hawa nafsu selalu mengajak pada kejelekan dan keburukan.




Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS. Yusuf Cheap nfl Jerseys : 53)

– Sementara syaitan selalu menakut-nakuti kemiskinan dan menyuruh kita berbuat jahat dan keji.

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” cheap jerseys (QS. Al-Baqarah: 268)

Tentu saja dalam setiap pertarungan kita menginginkan kemenangan. Apalagi ini adalah perang yang sangat menentukan, apakah kita akan menjadi manusia beruntung atau celaka.

Apa yang Ministries harus kita lakukan supaya menang? Kita harus punya tameng atau perisai supaya kita dapat menahan setiap gejolak nafsu yang dikobarkan syaitan. Dan puasa adalah tameng yang ampuh dari api neraka (perilaku maksiat dan dosa), sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

Puasa adalah tameng dari Wholesale Jerseys neraka sebagaimana tameng salah seorang dari kalian dalam peperangan.” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i)

Mengapa puasa dikatakan tameng? Karena puasa memiliki kekuatan menahan nafsu dan godaan syaitan. Lihat saja, dari segi kesahihan puasa itu sendiri, maka puasa menuntut (mewajibkan) pelakunya harus berpantang (menahan diri) dari :

  • Makan dan minum, meskipun dari yang halal
  • Melakukan hubungan seksual, meskipun dengan istri sendiri
  • Keluarnya air mani dalam keadaan terjaga

Dari tiga pokok ini saja, pelaku puasa telah sukses membentengi dirinya dari gejolak nafsu dan serangan syaitan. Setidaknya terjaga dari beberapa maksiat, antara lain:

  • Makan sesuatu yang haram
  • Minum sesuatu yang haram
  • Berzina

Kemudian dengan lapar dan dahaganya, orang yang berpuasa telah mempersempit jalan masuknya syaitan, karena syaitan masuk melalui aliran darah. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya syaitan itu berjalan pada salah seorang dari kalian di tempat berjalannya darah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Disini dapat kita lihat pertemuan antara hal yang ghaib (syaitan) dengan hal yang nyata (pembuluh darah, makan dan minum). Karena syaitan menggoda kita melalui jalur aliran darah, maka untuk mempersempit jalan syaitan dan melemahkannya, caranya adalah dengan mengurangi makan dan minum. Sebab, ketika perut lapar, maka nafsu syahwat melemah. Dan ketika syahwat melemah, syaitan tak cheap nfl jerseys shop punya daya untuk mengalahkan kita.

Inilah mengapa Rasulullah SAW mengatakan kalau syaitan-syaitan dibelenggu pada discount oakley bulan Ramadhan. Artinya kita membelenggu dan melemahkan gerak mereka dengan puasa. Maka pada bulan puasa, kita menjadi lebih tangguh menahan dan mengontrol nafsu serta keinginan kita…

bersambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Dahsyatnya Puasa Senin-Kamis dan Puasa Daud’ karya Ust. Mahmud asy-Syafrowi)