Tanggung Jawab Pemimpin Terhadap Rakyat (Bag 2)




Dalam hal kesejahteraan, pemimpin harus berani berada di belakang untuk mendapatkan kesejahteraan itu, dan lebih mengutamakan rakyatnya. Jangan terbalik seperti cheap oakleys sekarang. Banyak pejabat baik di kursi eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesejahteraan sebesar-besarnya, tanpa mempedulikan nasib rakyat yang memilihnya. 

Wajar kalau negeri ini selalu berada dalam jurang kesengsaraan. Para pemimpinnya memang lebih mengutamakan dirinya daripada rakyatnya; lebih siap menyejahterakan diri dan keluarganya daripada menyejahterakan rakyat secara keseluruhan.

Tidak ada di zaman sekarang, entah itu pemimpin agama, masyarakat apalagi pemimpin politik, yang rela lapar demi rakyatnya. Mereka justru sebaliknya, memaksa rakyatnya lapar untuk menciptakan kekenyangan perut mereka.




Khalifah Umar bin Khattab pernah mencontohkan bagaimana mewujudkan tanggung jawab sebagai pemimpin terhadap rakyatnya. Suatu ketika Umar keluar untuk melakukan patroli malam dalam rangka mencari cheap jordans online informasi di masyarakat. Sampailah beliau di perkampungan Ali setelah menempuh lima mil dari Madinah. Beliau melihat-lihat, ternyata di dalamnya ada sebuah kemah yang apinya menyala. Ketika beliau mendekat, beliau melihat seorang perempuan yang di sekelilingnya terdapat anak-anak kecil sedang menangis.

Umar ra pun bertanya Oakleys sunglasses Outlet tentang kondisi mereka, lalu perempuan tersebut menjawab, “Kami dihantam kedinginan dan kerasnya malam.”

Umar ra berkata, “Mengapa anak-anak itu menangis?”

Perempuan tersebut menjawab, “Mereka menangis lantaran kelaparan.”

Umar bertanya lagi, “Apa yang ada di dalam periuk?”

Dia menjawab,”Air yang saya gunakan untuk mendiamkan mereka sampai mereka tidur.”

Kemudian perempuan tersebut berkata, “Allah di antara kami dan Umar.”

Perempuan tersebut tidak mengetahui bahwa orang yang sedang berbicara dengannya adalah Umar. Lalu Umar ra berkata kepadanya, “Semoga Allah SWT merahmatimu. Apakah Umar ra tidak mengetahui kondisi kalian?

Lantas Umar ra berjalan dengan cepat menuju ke Baitul Mal. Dia kembali lagi dengan memikul sendiri makanan di atas pundaknya. Dia membawakan gandum  yang bagus dan minyak untuk perempuan tersebut dengan dipikul di atas punggungnya sendiri. Dia menolak seorang pun yang hendak menggantikannya memikul barang tersebut seraya mengatakan bahwa sesungguhnya siapa pun tidak akan dapat menggantikan untuk memikul dosa-dosanya di hari kiamat.

Umar ra memasakkan makanan untuk anak-anak tersebut sedangkan si perempuan kagum dengan tindakan Umar ra ini. Dia berkata kepada Umar ra, “Semoga Allah SWT membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah, Anda lebih berhak memegang kekuasaan daripada Umar ra, Sang Amirul Mukminin.” (Perempuan tersebut tidak mengetahui bahwa orang yang diajak bicara adalah Umar ra).

Begitulah sejatinya seorang pemimpin. Tidak hanya cukup menjamin kesejahteraan rakyatnya, tetapi juga menjaga keamanan rakyat. Pemimpin harus mampu menciptakan rasa aman dan damai di antara masyarakatnya. Ini juga yang jarang ada di era sekarang ini.

Rata-rata pemimpin sekarang justru suka menciptakan teror di tengah masyarakatnya; suka memprovokasi umatnya untuk menekan kelompok lain yang tidak sepaham dengan ajarannya. Karena itu wajar kalau berbagai tragedi keagamaan yang seharusnya tidak terjadi kemudian terjadi.

Hal yang sangat penting lainnya adalah kecerdasan. Pemimpinan harus mampu mencerdaskan warganya. Hal itu terkait dengan pendidikan. Kalau ada sebuah negara atau daerah yang dijumpai masih ada anak yang tidak mampu sekolah, maka pertama yang harus dihukum adalah pemimpinnya. Cheap Ray Ban Sunglasses Apalagi oakley outlet kalau di dalam sebuah daerah atau negara tertentu biaya sekolah dinaikkan sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat bawah. Inilah yang harus dilawan pemimpin.

Selesai…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Pidato Para Khalifah’ karya Dr. H. CDMX: Abd. Halim, M.A)

 

Leave a Reply