Taubat yang Membuka Ampunan Allah




Diceritakan, suatu hari Ray Ban Outlet Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapati seorang pemuda Cheap Ray Ban Sunglasses yang tersedu-sedu di depan pintu rumahnya. Rasulullah yang sedang bersama salah seorang sahabatnya langsung menyuruh pemuda itu masuk. Rasulullah bertanya, “Apa sebabnya engkau menangis, wahai anak muda?”

“Aku menangis mengenang dosaku, ya Rasulullah. Dosa yang saking banyaknya, rasanya aku tak kuasa lagi memikulnya,” jawab anak muda dalam sedu sedannya.

Rasulullah kembali bertanya, “Apakah engkau telah menyekutukan Allah. Syirik?”




“Tidak!” jawab pemuda cepat.

“Kalau demikian, kau tak perlu bersedih, Allah akan mengampuni dosa-dosamu, walaupun dosamu itu seberat langit, bumi dan gunung,” sahut Rasulullah menenangkan pemuda yang belum juga reda tangisnya itu.

“Dosaku lebih berat daripada itu lagi,“ kata pemuda itu lagi.

”Apakah dosamu itu lebih berat dari ampunan Rabbmu sendiri, yang mempunyai sifat Maha Pengampun dan Penerima Taubat?” sahut Rasulullah. Pemuda itu cepat menjawab, “Tidak, ya Rasulullah, aku yakin ampunan Allah lebih berat daripada dosaku. Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat daripada ampunan Allah.”

“Kalau begitu, terangkanlah padaku dosa yang telah engkau lakukan hingga kau merasa demikian sedih,” pinta Rasulullah. Anak muda itu pun kemudian berkisah, “Aku bekerja cheap football jerseys sebagai penjaga kuburan, ya Rasulullah. Sudah tujuh tahun lamanya. Suatu hari, meninggal seorang budak perempuan dan dikuburkan di pemakaman tempatku menjadi penjaga. Karena tergoda rayuan iblis, aku membongkar kuburannya dan mencuri kain kafan yang membalut tubuh jenazah perempuan itu.”

“Tapi aku tersadar ketika seakan melihat perempuan itu bangkit dari kuburnya dan menghardikku, ‘Celakalah engkau anak muda! Mengapa engkau melakukan perbuatan aniaya kepadaku yang tak berdaya ini? Sampai hatikah membiarkanku menghadap Allah dalam keadaan telanjang?’”

Begitu mendengar penjelasan si pemuda, Rasulullah langsung berkata dengan marah, “Engkau memang seorang yang fasik dan akan masuk neraka!” baja Seraya mengusir anak muda itu. Dengan gemetar anak muda itu pun meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Ia pun menyendiri sambil terus menyesali perbuatannya. Setiap malam tak habis-habisnya pemuda itu memohon ampun atas perbuatannya.

“Ya Rabbku, aku menyatakan taubat dari perbuatan yang wholesale jerseys china sesat itu. Jika Engkau masih memberikan ampunan atas dosa yang telah kuperbuat, maka sampaikan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika dosaku itu memang tidak lagi Engkau ampuni, maka biarkan aku terbakar saat ini juga sebagai balasan atas dosaku.”

Tiap malam ia mengulang doa yang serupa. Hingga setelah sekian waktu, Malaikat Jibril turun menyampaikan kepada Rasulullah, wahyu yang menyatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, mengampuni wholesale nfl jerseys dosa anak muda itu, sebab tobatnya itu dilakukan dengan tulus ikhlas. Setelah mendengar wahyu dari Jibril, Rasulullah pun memanggil anak muda itu dan menyampaikan berita yang menggembirakan itu.

 

sumber: Cinta dalam Sepotong Ikan oleh Ahmad. K. Syamsuddin

Leave a Reply