Patriotisme dan Spirit Kepahlawanan Dalam Diri Muslim




Khulafaur Rasyidin adalah pribadi-pribadi yang rela mengabdikan jiwa dan raga pada agama dan negara. Khalifah Abu Bakar ra berperang melawan kaum murtaddin dan para nabi palsu dengan tujuan menyelamatkan agama oakley outlet Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Ia juga memerangi orang-orang yang ingkar dan enggan membayar zakat lantaran hendak menyelamatkan kekayaan negara dan sumber Baitul Mal, disamping menegakkan hukum syariat.

Khalifah Umar bin Khattab ra pun tidak ingin kalah saingan dalam konteks membela agama dan negara. Masjid-masjid dan sekolah-sekolah dibangun, guru-guru digaji dengan gaji yang besar, lalu dikirim ke berbagai tempat untuk mengajari anak anak umat Islam, rakyat juga diwajibkan menghafal surat-surat Al-Quran yang berisi prinspi-prinsip utama kehidupan yang islami seperti al-Baqarah, an-Nisa, al-Maidah dan sebagainya.

Di bidang kesejahteraan, Khalifah Umar bin Khattab ra, membangun terusan Amir al-Mu’minin yang menghubungkan Sungai Nil dan Laut Merah. Tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan irigasi, supaya sistem pertanian lancar dan kesejahteraan rakyat meningkat. Bahkan, demi akselerasi peningkatan kesejahteraan, Khalifah Umar membuat kebijakan baru, yaitu tanak milik orang-orang yang kalah perang tidak akan dirampas oleh kerajaan Islam melainkan dikenakan pajak cukai.




Sebelum kepemimpinan Umar harta fai’ (harta rampasan perang) harus dibagi-bagikan kepada tentara muslim. Tetapi, Khalifah Umar memandang bahwa kebijakan pembagian harta fai’ tidak membawa manfaat jordan retro 1 besar kepada rakyat yang hidup di bawah lindungan sistem islami.

Sementara, dalam manajemen pemerintahan Khalifah Utsman wholesale nfl jerseys bin Affan menempatkan beberapa anggota keluarga dekatnya untuk menduduki jabatan publik yang strategis. Hal ini memicu penilaian ahli sejarah untuk menekankan telah terjadinya proses dan motif nepotisme dalam tindakan Utsman tersebut (dalam buku Khilafah dan Kerajaan).

Berikut ini adalah keluarga dekat Khalifah Utsman, yang menjabat jabatan strategis :

1. Muawiyah bin Abu Sufyan yang menjabat sebagai gubernur  Syam. Beliau termasuk sahabat Nabi, keluarga dekat dan satu suku dengan Utsman.

2. Pimpinan Basyrah, Abu Musa al-Asy’ari, diganti oleh Utsman dengan Abdullah bin Amir, sepupu Utsman.

3. Pimpinan cheap Air Jordans Kuffah, Sa’ad bin Abu Waqqash, Cheap MLB Jerseys diganti dengan Walid bin ‘Uqbah, saudara tiri Utsman. Lantas Walid ternyata kurang mampu menjalankan syariat Islam dengan baik akibat minum-minuman keras, maka diganti руками oleh Sa’id bin ‘Ash. Sa’id sendiri merupakan saudara sepupu Utsman.

4. Pemimpin Mesir, Amr bin Ash, diganti dengan Abdullah bin Sa’ad bin Abu Sarah, yang masih merupakan saudara seangkat (dalam sumber lain saudara sepersusuan, atau bahkan saudara sepupu) Utsman.

5. Marwan bin Hakam, sepupu sekaligus ipar Utsman, diangkat menjadi sekretaris negara.

6. Khalifah dituduh sebagai koruptor dan nepotis dalam kasus pemberian dana khumus (seperlima harta dari rampasan perang) kepada Abdullah bin Sa’ad bin Abu Sarah, kepada Mirwan bin al-Hakkam, dan kepada al-Harits bin al-Hakam.

bersambung..

 

*sumber buku ‘Pidato Para Khalifah’ karya Dr. H. Abd. Halim, M.A

 

 

Leave a Reply