Di Bawah Naungan Al Qur’an – Al Kautsar (Bag 3)




Karena itu, ia melacak kemusyrikan dengan segala bentuk manifestasi dan di semua tempat cheap nfl jerseys persembunyiannya. Ia memberantasnya dengan keras dan cermat, baik yang ada dalam hati nurani maupun yang tampak dalam peribadatan, atau yang menyelinap dalam tradisi kehidupan. Karena kehidupan itu sendiri adalah kesatuan yang meliputi sesuatu yang tampak dan tidak tampak. Islam menyikapinya secara totalitas yang tidak terpilah-pilah, membersihkannya dari segala noda kemusyrikan, dan mengarahkannya kepada Allah secara murni, jelas, dan cemerlang. Seperti kita lihat dalam perkara penyembelihan dan syiar-syiar peribadatan atau tradisi kehidupan lainnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (3)

Ayat pertama telah menetapkan bahwa Nabi Saw bukanlah orang yang terputus, melainkan orang yang diberi banyak nikmat. Pada ayat ini tipu daya ini ditangkis dan dikembalikan kepada pembuat tipu daya tersebut. Allah menegaskan bahwa orang yang terputus bukanlah Muhammad, namun justru mereka yang membencinya.




Ancaman Allah tersebut telah terbukti kebenarannya dalam diri mereka. Sebutan (pamor) mereka telah terputus dan terlipat zaman, sementara sebutan (nama baik) Muhammad makin berkibar dan menjulang. Sekarang kita menyaksikan bukti oakley outlet kebenaran firman yang mulia ini dalam bentuk yang sangat mengagumkan dan gaung yang luas. Bahkan hal tersebut belum pernah Cheap Jordan Shoes disaksikan oleh para pendengarnya di masa lampau.

Sesungguhnya keimanan, kebenaran, dan kebaikan tidak mungkin akan terputus. Tatlıları Cabang-cabangnya akan terus berkembang dan akar-akarnya akan terus menghujam ke dalam. Sedangkan kekafiran, kebatilan, dan keburukan itulah yang pasti terputus, meskipun secara lahir tampak mengepakkan sayap, maju, dan perkasa.

Berbagai tolak ukur Allah sesungguhnya tidak sama dengan berbagai tolak ukur manusia. Namun manusia tertipu dan terperdaya Cheap MLB Jerseys dengan mengira bahwa tolak ukur mereka berhak menetapkan berbagai hakikat persoalan. Di depan kita ada bukti yang logis dan kekal. Maka, di manakah orang-orang yang pernah mencela Muhammad Saw dengan perkataan tercela itu, sehingga dengan itu mereka bisa memperoleh simpati masyarakat dan pada saat itu mereka mengira telah berhasil menghabisi Muhammad dan memutus jalannya? Di manakah mereka? Di manakah jejak-jejak mereka? Jika dibandingkan dengan nikmat yang banyak diberikan kepada Rasulullah Saw, yang mereka sebut sebagai orang yang terputus itu.

Dakwah kepada Allah, kebenaran, dan kebaikan tidak akan dapat terputus oakley sunglasses outlet dan para pelakunya pun tidak akan terputus. Bagaimana bisa terputus, sedangkan ia tersambung dengan Allah Yang Maha Hidup, Kekal, Azali, dan Abadi? Hal yang pasti terputus tersebut hanyalah kekafiran, kebatilan, dan keburukan. Demikian pula para pembelanya, sekalipun pada saat-saat tertentu tampak berumur panjang dan cukup berakar.

Mahabenar Allah Yang Mahaagung dan berdustalah para pembuat makar tersebut.

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)

 

Leave a Reply