Bagaimana cara mengamalkan shaum (puasa) Senin-Kamis? Pertanyaan ini sepertinya sering sekali terbesit dalam hati kita agar berkomitmen menjalan ibadah sunah ini setiap pekannya. Mari langsung saja kita membahasnya agar kedepannya, shaum Senin-Kamis dapat menjadi rutinitas amalan kita dalam setiap pekan. Insya Allah..

Tata cara mengamalkan shaum Senin-Kamis tak jauh berbeda dengan pelaksanaan shaum-shaum lainnya, baik shaum fardhu maupun shaum sunnah. Perbedaannya hanya terletak pada diniatnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa shaum fardhu (wajib) niat harus dilakukan pada malam hari sebelum datangnya waktu subuh. Istilah yang sering kita gunakan adalah tabyitunniyah, atau menginapkan niat. Maksudnya, dimalam hari seseorang sudah harus berniat bahwa keesokan harinya ia hendak menjalankan shaum.




Barang siapa yang tidak niat untuk melakukan shaum sebelum fajar, maka tidak ada shaum baginya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud)

Namun, perlu kita ketahui juga bahwa ketentuan tabyitunniyah ini hanya berlaku untuk shaum fardhu saja, misalnya shaum Ramadhan, shaum nadzar, Cheap Ray Bans shaum oakley sunglasses outlet qadha’ dan shaum kaffarah. Sementara, untuk shaum sunnah, termasuk didalamnya shaum Senin-Kamis, maka tidak diwajibkan tabyitunniyah. Dalam artian kita tidak diharuskan berniat shaum pada waktu malamnya, tapi kita boleh melakukan niat shaum sunnah tersebut pada esok harinya, asalkan kita belum makan dan minum sejak pagi.

Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW, bahwa suatu ketika beliau datang menemui ‘Aisyah ra pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau mengatakan : “Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan melaksanakan shaum.” (HR.Muslim)

Adapun lafal niat shaum sunnah hari Senin/Kamis adalah seperti berikut, “Aku niat shaum hari Senin/Kamis esok hari, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Hal penting yang perlu diingat, bahwa niat merupakan kehendak dan kemauan hati untuk melakukan suatu pekerjaan. Jadi, niat adalah pekerjaan hati, Düzce bukan ucapan atau perkataan lisan saja. Ucapan lisan hanya berfungsi untuk mengingatkan atas apa yang hendak diniatkan hati.

Maka ketika kita melafalkan niat puasa Senin-Kamis di atas, hati kita harus benar-benar disengaja dan berketetapan hendak mengerjakan shaum sunnah Senin-Kamis pada pagi harinya.

Terkait tata cara pelaksanaan shaum Senin-Kamis sepertinya tak banyak orang yang memiliki kesulitan untuk memahaminya. Namun terkait konsistensi untuk melaksanakan shaum Senin-Kamis setiap pekannya, inilah yang Baratas Ray Ban menjadi persoalan untuk banyak orang. Uraian berikut semoga dapat menambah semangat dan motivasi kita untuk mengamalkan shaum Senin-Kamis.

Membiasakan diri melaksanakan shaum Senin-Kamis, sesungguhnya adalah sebuah upaya kita untuk membuktikan diri dihadapan Allah SWT bahwa kita mencintai-Nya. Amalan shaum Senin-Kamis merupakan kebiasaan dari Rasulullah SAW, oleh karena itu ketika kita mengamalkannya berarti kita telah mengikuti salah satu amalan Rasulullah SAW. Bukankah Allah SWT berfirman:

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3]:31)

Istri Rasulullah SAW, Aisyah, pernah ditanya sesorang tentang puasa dan beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallahu’alaihiwassalam pernah berpuasa Sya’ban dan beliau Cheap Jordan Shoes sangat menjaga puasa hari Kamis dan Senin” (HR Ibnu Majah)

Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang Cheap Jerseys juga sangat menjaga shaum Senin-Kamis, sebagaimana Rasulullah SAW menjaga. Semoga Allah SWT menerimanya sebagai bukti bahwa kita mencintai-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin

 

oleh: Chairunnisa Dhiee

sumber : buku ‘Manfaat Dahsyat Puasa Senin-Kamis dan Puasa Daud’ karya Ust. Mahmud asy-Syafrowi