Kehidupan adalah sebuah misteri tentang ketidakpastian. Segala sesuatu yang ada pada diri kita hari ini, selain Allah, tak ada yang dapat memastikan akan tetap ada pada diri kita kelak, tahun depan, bulan depan ataupun esok hari. Sesuatu yang tidak kita miliki hari ini, selain Allah, juga tak ada yang dapat mengetahui apakah akan tetap tidak menjadi milik kita esok hari.

Namun di tengah kehidupan yang dipenuhi dengan fenomena ketidakpastian bagi manusia, ada satu hal yang pasti, yaitu bahwa kita pasti tengah berada dalam perjalanan menuju hari pengadilan kelak. Dan salah satu fase dalam perjalanan menuju hari pembalasan tersebut adalah kita akan melalui stasiun kematian.

Kematian memang sesuatu yang pasti menghampiri setiap kita. Namun tak ada yang dapat memastikan apakah kelak kita akan mati dalam keadaan baik (khusul khatimah) atau naudzubillahi min dzalik mati dalam keadaan buruk (su’ul khatimah). Oleh karena itu sudah sepantasnya, kita memehuhi hari-hari kita dengan doa:




اَللهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِىْ وَخَيْرَ عَمَلِىْ خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَ اَيَّامِىْ يَوْمَ لِقَآئِكَ

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku dan sebaik-baik amalku adalah di penghujungnya dan sebaik-baik hariku adalah di hari aku dapat berjumpa dengan Engkau

Berikut ini beberapa tanda dari manusia yang meninggal dengan khusnul khatimah.

A. Dahi Berkeringat

Imam Al-Qurthubi menjelaskan pendapat para ulama tentang keringat yang membasahi dahi seorang mukmin saat wafat sebagai berikut, “Sesungguhnya seorang mukmin yang masih tersisa pada dirinya kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya, maka akan dimunculkan ketika ia akan mati, dan itu akan di tampakkan dari dahinya.”

1 2 3