Tragedi Raji’ dan Bi’r Ma’unah (Bag 6)




Keenam

Semua kejadian yang dialami Khubaib selama menjadi tawanan di Mekkah menunjukkan bahwa sesuatu yang bisa menjadi mukjizat nabi mungkin juga bisa menjadi karamah wali, meskipun keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Mukjizat selalu terkait dengan tantangan dan dakwah kenabian, sementara karamah para wali dan orang-orang shalih biasanya datang begitu saja tanpa memiliki keterkaitan dengan tantangan apapun. Demikianlah pendapat mayoritas Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Di antara bentuk karamah yang paling jelas adalah yang terlihat pada cheap ray bans kejadian yang dialami Khubaib sesaat sebelum kematiannya, sebagaimana dimuat dalam hadis shahih riwayat Al-Bukhari dan selainnya.

Ketujuh

Barangkali ada yang bertanya, “Apa hikmah di balik keberhasilan tangan-tangan penghianat memperdayai orang-orang mukmin yang tulus memenuhi perintah Allah dan rasul-Nya? Mengapa Allah sampai membiarkan mereka jatuh ke tangan cheap jerseys musuh?”

Sebagaimana telah sering kami utarakan bahwa Allah memikulkan ke pundak hamba-hambaNya dua tugas: membangun masyarakat Islam dan berusaha mewujudkannya di jalan yang penuh duri. Ketetapan Allah ini mengandung banyak hikmah, antara lain, agar mudah Oakleys Outlet dibedakan antara orang-orang yang jujur beragama dan orang-orang munafik, agar Cheap Jordans Allah dan agar ‘jual-beli’ antara Allah dan orang-orang mukmin terlaksanan dan terealisasikan dalam kehidupan nyata. ‘Jual jordans for cheap beli’ inilah yang ditegaskan oleh ayat, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh.” (QS. At Taubah [9]: 111). Lalu, untuk apa perjanjian ini dibuat jika semua isinya tidak terlaksana? Masih bernilaikah perjanjian ini dibuat jika semua isinya tidak terlaksana? Masih bernilaikah perjanjian ini jika pemiliknya tidak mendambakan surga dan kebahagiaan abadi di akhirat?




Sering orang mengukur kehidupan dunia yang fana secara berlebihan, atau memberinya perhatian dan prioritas lebih banyak dari yang semestinya. Mereka tidak mau menoleh pada kehidupan akhirat. Keterikatan mereka dengan kehidupan akhirat. Keterikatan mereka dengan kehidupan akhirat yang kekal justru sangat lemah. Itulah inti masalahnya. Itulah tanda tiadanya iman kepada Allah atau lemahnya iman di dalam jiwa. Mustahil ada pengorbanan nyawa atau harta dari orang-orang seperti itu. Namun, bagi mukmin yang benar-benar beriman, semua itu tidaklah sulit. Dalam keyakinan mereka, lezatnya kehidupan dunia masih jauh lebih kecil bila dibandingkan melaksanakan ketaatan terkecil untuk mendekatkan diri kepada Allah Check Out Your URL. Bagi mereka, mengorbankan nyawa tak lain merupakan kebebasan dari penjara dunia menuju kenikmatan akhirat, sekaligus impian tertinggi mereka dalam hidup.

Perasaan itulah yang tergambar jelas dalam bait-bait terakhir syair yang didendangkan Khubaib sesaat sebelum ia dieksekusi mati.

Aku takkan memperlihatkan rasa patuh kepada musuh.
Tak pula rasa takut, hanya Menu kepada Allah-lah tempatku kembali.

(Sumber: The Great Episodes of Muhammad karya Dr. Al Buthy)

Leave a Reply