Masjid Agung Kairouan, Jejak Sejarah Islam di Afrika Utara




Tunisia memiliki nama resmi Republik Tunisia, yang merupakan negara paling utara di Afrika. ray ban sunglasses sale Nama Tunisia-nya sendiri berasal dari ibukotanya, yakni Tunis, yang terletak di pantai timur laut Tunisia. Tunisia memiliki luas 165.000 km persegi atau 64.000 mil persegi.

Wilayah perbatasan Tunisia sebelah barat berbatasan dengan Aljazair, sebelah tenggara berbatasan dengan Libya, dan berbatasan dengan Laut Mediterania di sebelah utara dan timur. Tunisia adalah satu-satunya negara demokrasi di Dunia Arab. Ia juga merupakan negara yang memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi.

Hammamet-Medina, Tunisia




Mayoritas penduduk Tunisia saat ini adalah Muslim (sekitar 98%), dan sekitar 1% mengikuti Kristen dan 1% sisanya adalah Yudaisme atau agama-agama lain. Inilah mengapa, ada kurang lebih 5000 masjid yang tersebar di negara Tunisia. 

Nah, dari sekian banyaknya masjid yang tersebar di negara Tunisia, ada satu masjid yang menjadi atau bisa disebut sebagai awal agama Islam di Tunisia. Dia adalah Masjid Uqbah bin Nafi’ atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Kairouan. Masjid yang kini menjaadi monumen Islam dan jejak sejarah masuknya Islam di Afrika Utara. 

Adalah Uqbah bin Nafi’, salah seorang sahabat Rasulullah yang menjadi sosok dibalik layar berdirinya Masjid Agung Kairouan. Beliau berhasil masuk ke wilayah Tunisia melalui kota Mahdia, yang merupakan kota pantai 30 km bagian timur kota Sousse. Ia menetap di Kairouan dan berhasil menaklukkan wilayah ini, kemudian mulai mengatur strategi penyebaran jordan retro 11 Islam di Afrika Utara. Sampai pada akhirnya ia berhasil, mendirikan Masjid Agung Kairouan atau Masjid Uqbah bin Nafi’. 

Masjid Agung Kairouan

Berbicara tentang Masjid Agung Kairouan, tidak terlepas dari arsitektur masjid yang cukup menarik kita ketahui. Masjid Agung Kairouan dibangun dilahan seluas 9000 m persegi dengan tembok dinding yang besar dan semakin megah dengan sembilan gerbang utama. Salah satu gerbang masjid ini, diperuntukkan untuk pintu masuk masyarakat non muslim yang ingin berkunjung ke Masjid Agung Kairouan. Di pintu masuk tersebut pengurus masjid telah menyediakan jubah dan pakaian yang layak bagi pengunjung non muslim untuk tetap dapat masuk ke area masjid. Walaupun pengunjung non muslim tidak diperbolehkan masuk keruang utama masjid (tempat shalat), tidak sekalipun menurunkan antusias pengunjung non muslim berkunjung ke masjid ini.

Pintu utama masjid merupakan kayu berukir yang dibuat tahun 1829 M. Uniknya lagi, halaman tengah masjid ini dibangun dari bongkahan batu-batu besar segi empat yang dilengkapi dengan sistem drainase yang baik pula. Tidak hanya itu, beberapa bagian halaman masjid juga dilengkapi dengan cekungan untuk menampung debu agar tidak ada debu atau kotoran lainnya yang masuk sehingga mengganggu sistem drainase.

Masjid Agung Kairouan

Pintu utama masjid (ruang shalat) (sumber foto: Wikipedia)

Masjid Agung Kairouan semakin terlihat indah jika dilihat dari halaman tengah ini, karena dari sini kita dapat menikmati keindahan setiap lengkungan yang menghias masjid ini, yang juga terdiri dari kurang lebih 400 pilar tua. Konon, pilar-pilar tersebut di ambil dari gedung bekas bangunan gereja-gereja Romawi, Bizantium dan bangunan lainnya di lokasi tersebut. 

Masjid Agung Kairouan

Salah satu pilar bergaya Romawi (sumber foto: Wikipedia)

Lanjut cheap football jerseys berbicara tentang menara Masjid Agung Kairouan, masih dari halaman tengah masjid bagian utara berdiri bangunan menara setinggi Cable 31,5 meter dengan alas persegi berukuran 10,7 meter pada empat sisinya.

Oh ya, menara ini dianggap sebagai menara tertua dalam Cheap Jordan Shoes dunia Islam yang sampai saat ini masih berdiri. Menara ini terdiri dari tiga lantai, dimana lantai paling bawah menara terdapat inskripsi latin yang terdapat di balok batu besar zaman Romawi, dimana balok tersebut merupakan material yang dipakai dari salah satu bangunan bekas yang disebutkan di atas. Menara ini tampil begitu kokoh dengan dekorasi nan indah pula, ini membuat menara Masjid Agung Kairouan ini akhirnya menjadi contoh menara masjid di dunia Islam Barat.

Masjid Agung Kairouan

Mihrab

Masuk ke dalam bagian masjid, kita akan menemui ruang utama masjid yang terdiri dari 17 lorong yang ditopang oleh 414 tiang penyanggah dari batu pualam yang berasal Carthage dan Sousse. Ruang dalam masjid berisikan permadani di seluruh permukaan lantainya.

Sementara mihrab masjid berada di lorong tengah ruangan utama. Mihrab cheap jordans online ini sudah berusia cukup lama, sebab sudah ada sejak abad ke 9 Masehi. Mimbar tersebut adalah mimbar kayu yang penuh ukiran cantik yang didatangkan dari Baghdad (Irak). Disekitar masjid, kita juga akan menemukan beberapa makam tokoh dan ulama Kairouan.

Hemm,, indah bukan? Semoga Allah senantiasa memberikan kita rezeki sehat dan kemampuan untuk bisa berkunjung ke salah satu rumah-Nya nan indah di Tusinia ini ya..

Leave a Reply