Masjid Syuhada, Bukti Masjid Berperan Dalam Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI




Jika kita menelisik kembali ke waktu belakang, masjid Fake Ray Bans tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga menjadi pusat kehidupan komunitas muslim. Tetapi dahulu masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah, dan belajar Al-Quran, melainkan juga turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. 

Salah satu masjid yang akan kita bahas adalah Masjid Syuhada yang berada di daerah istimewa Yogyakarta. Masjid ini terletak di daerah Kota Baru, tepatnya di jalan I Nyoman Dewa Oka, DIY. Tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, masjid Syuhada juga dijadikan sebagai monumen perjuangan kemerdekaan tanah air. Hal ini dapat kita lihat dari namanya, yakni Syuhada yang berarti orang-orang yang wafat atau gugur dalam peperangan di jalan Allah, sehingga masjid ini merupakan persembahan bagi para pejuang Yogyakarta yang mati syahid demi bangsa dan negara.

Pembangunan masjid Syuhada ikut mewarnai perpindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta, karena adanya agresi militer Belanda yang pertama. Ide pembangunan masjid Syuhada diprakarsai oleh Mr. Asaat, dibantu wholesale football jerseys china oleh sebagian menteri era Presiden Soekarno, seperti Mr. Syafrudin Prawiranegara, K.H. Wahid Hasyim, K.H. Masykur, Z.A. Ahmad, dan lainnya.




masjid syuhada

Pemilihan daerah Kota Baru cheap fake oakleys sebagai tempat pembangunan masjid juga memiliki maksud khusus. Kota Baru, dalam perjalanan sejarah di masa kolonial, oakley sunglasses cheap merupakan tempat tinggal dari kalangat elit, baik yang berasal dari Belanda, Tionghoa, maupun pribumi kelas atas. Tata wilayah yang sudah baik dan bersih merupakan pemandangan yang hingga saat ini bisa kita saksikan bersama.

Meski masa dahulu di wilayah Kota Baru belum dapat kita temukan bangunan masjid. Pasca kekalahan Belanda dari Jepang, Kota Baru dijadikan tempat tinggal dari orang-orang Jepang dan orang-orang Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Kebutuhan akan tempat ibadah bagi umat muslim sangat dirasakan. Suatu hari para pejuang muslim pernah beribadah di halaman gereja, dan pernah pula melakukan ibadah sholat Jum’at di dalam Gereja HKBP yang saat itu sudah tidak dipergunakan.

Sejarah Masjid Syuhada tidak terlepas dari perkembangan sejarah perjuangan pejuang-pejuang Indonesia yang saat itu sedang melawan tentara pendudukan Jepang.  Perjuangan itu pun memakan korban sebanyak 21  orang pejuang yang kini namanya diabadikan menjadi nama jalan di kawasan Kotabaru, Yogyakarta.

masjid syuhada

Proses pembangunan Masjid Syuhada diawali dengan pembentukan panitia pada tanggal 14 Oktober 1949, dan Media pada tanggal 23 September 1950 peletakan batu pertama dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX (pada saat itu selaku Menteri Pertahanan RI).  Dua tahun kemudian, tepatnya pada 20 September 1952 seluruh proses pembangunan Masjid Syuhada selesai dilakukan dan secara resmi dibuka bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1952, dengan nama lengkap  Masjid Peringatan Syuhada.

Masjid Syuhada dibangun 3 lantai. Atap cheap nfl jerseys masjid yang merupakan puncak masjid terdapat kupel atau mustoko besar sebagai kubah masjid. Dan pada bagian tengah masjid dijadikan ruangan shalat dan bagian bawahnya berupa ruangan yang dapat digunakan sebagai kantor dan perpustakaan masjid.

Selain itu, Masjid Syuhada dibangun dengan menggabungkan berbagai gaya arsitektur.  Dimana arsitektur bangunan masjid menyimpan sengkalan atau pengingat atas suatu peristiwa dalam tradisi Jawa, dalam hal ini, adalah peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal tersebut dapat kita lihat dalam bagian-bagian penting bangunan masjid seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapura dan empat kupel bawah serta lima kupel atas. Bangunan masjid Syuhada juga dilengkapi 20 jendela yang diharapkan menjadi pengingat tentang 20 sifat Allah SWT. Ditambah lagi, bentuk kubah bawang masjid ini diambil dari bentuk-bentuk kubah yang berkembang di Persia dan India. Kubah utaman Masjid Syuhada berada di bagian tengah yang di kelilingi dengan kubah kecil di empat penjuru.

 

 

Referensi :

  • Wikipidia (Masjid Syuhada)
  • kebudayaan.kemdikbud.go.id
  • Ricklefs, M.C.,Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

 

 

.

Leave a Reply