Hari Ahad (5/1) lalu, Cheap Football Jerseys lebih dari 150 masjid-masjid di Inggris mengadakan open house dan Cheap Jordans Sale mengundang masyarakat Inggris untuk datang menikmati jamuan teh, biskuit, dan diskusi antar-kepercayaan. Hari Visit My Mosque merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Muslim Council of Britain, serta didukung oleh para politisi, pimpinan-pimpinan gereja Inggris, dan ratusan warga dalam rangka aksi solidaritas terhadap warga muslim di Inggris.

Di tahun ketiganya saat ini, panitia program menyatakan bahwa acara Ahad lalu merupakan acara terbesar dibandingkan pagelaran sebelumnya. Masjid-masjid dari berbagai jajaran dan sekolah turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Para pimpinan masjid mengumpulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai hukum dan ajaran Islam. Mereka juga menekankan bagaimana komunitas di masjid-masjid mengelola berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, kunjungan ke panti asuhan, dan donasi makanan untuk para tuna wisma.

Pada acara tersebut Jeremy Corbyn, pimpinan Partai Buruh Inggris, berkunjung ke sebuah masjid di London utara. Ia mengangkat isu akan tantangan umat cheap jerseys Muslim terkait dengan kebijakan Donald Trump mengenai peraturan pengungsi dan imigran yang merugikan Muslim.




Islamofobia memang menjadi perbincangan di seluruh Inggris selepas voting Brexit pada Juni 2016, menurut Tell MAMA, sebuah organisasi Inggris yang fokus terhadap berbagai aksi anti-Muslim. Sekretaris umum Muslim Council of Britain, Harun Khan, mengatakan bahwa ia sendiri tergerak oleh isu tersebut untuk menunjukkan aksi solidaritas terhadap Muslim.

“Karena kecemasan dunia terhadap kebijakan ‘Muslim Ban’ oleh Donald Trump dan pembunuhan massal yang terjadi di sebuah masjid di Canada membutuhkan banyak penawar untuk atmosfer buruk yang saat ini kami jumpai,” ujar Khan kepada The Guardian. “Warga Inggris, Muslim dan non-Muslim, memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama dan membentuk ikatan pertemanan baru.”

sumber: The Huffington Post