Fitnah, setiap mendengar kalimat ini yang terlintas dalam fikiran ku adalah benci tetapi meneliti. Itu hanya lah istilah yang kubuat menanggapi fitnah. Ya, benci tetapi meneliti, istilah itu kudapat berdasarkan kesimpulan analisa sederhana ku tentang mereka yang begitu senang menyebarluaskan fitnah. Bahkan seakan sudah menjadi cara halal untuk menjatuhkan lawan. Ketika semua senjata menjatuhkan lawan telah habis, maka fitnah adalah senjata pamungkas menjatuhkan seseorang. Tak jarang, kehidupan dan karir seseorang yang telah dibangun berpuluh tahun lamanya, seketika jatuh dan hilang begitu saja karena sebuah fitnah. 

Tak ada analisa penting sebenarnya yang kulakukan, aku hanya mempelajari orang-orang yang suka sekali menebar berita-berita atau kabar tak jelas asal muasalnya. Entah itu ia sebagai orang pertama, atau hanya segelintir yang ikut menyebarluaskan fitnah tersebut. Begitu pedulinya orang-orang yang katanya tidak menyukai seseorang karena satu dua hal, tetapi rela menghabiskan waktu cheap nfl jerseys untuk memperhatikan kehidupan orang yang katanya tak disukai. Sehingga lancarlah ia merencanakan suatu berita atau kabar dan nantinya kabar tak jelas itu dilemparkan ke khalayak ramai. Maka, tak salah bila ku beri istilah benci tetapi meneliti. Ibarat melempar makanan setengah jadi ke orang lain, berharap mereka langsung memakannya tanpa bertanya mengapa makanan itu tidak matang.

Ah, aku jadi teringat keadaan saat ini. Banyak sekali fitnah-fitnah meraja lela, seakan negeri ini kehabisan berita dan kabar terpercaya dan nyata. Mirisnya lagi, fitnah saat ini telah menjalar menyinggung tentang nilai keyakinan (agama), bahkan semakin miris ketika fitnah itu menjurus ke Fake Oakleys ulama-ulama yang sejatinya tak diragukan lagi pengetahuan agamanya.




Bukan, aku bukan bermaksud mengatakan tak ada manusia yang kebal akan cheap football jerseys dosa atau singkatnya tak ada manusia yang tak melakukan kesalahan. Hanya saja, begitu tak elegannya mereka menuduh, melempar, bahkan mencaci tokoh-tokoh agama dengan fitnah-fitnah kotor yang tak berkelas. Sudah habiskah senjata-senjata mereka?

Aku jadi teringat akan fitnah keji yang di tuduhkan pada Ummul Mukminin, Aisyah ra. Tentu fitnah kepada Aisyah ra itu bukan cerita baru untuk kita sebagai umat muslim,sebab cerita itu tertulis jelas dalam tafsir Al-Quran surah An-Nur [24]: 11-26. Betapa fitnah itu cepat sekali pergerakannya, sehingga dalam hitungan waktu saja telah sekian banyak orang mengetahui bahwa Aisyah berselingkuh dengan seorang lelaki. Berita itu pun sampai ke baginda Rasulullah. Bahkan saat itu baginda Rasul pun sempat pula terikut percaya akan fitnah keji atas istrinya. Fitnah itu pun berhasil merubah sikap Rasul pada Aisyah ra, beliau tak memperlihatkan kasih sayangnya seperti biasa sekalipun saat itu sang istri sedang sakit.

Aisyah ra di fitnah telah berselingkuh dengan sahabat Rasul, Safwan bin Mu’atal namanya. Fitnah itu seketika muncul hanya karena saat itu Safwan mengantarkan Aisyah ra yang tertinggal dari rombongan setelah perang dengan Bani Musthaliq. Karena sebuah keperluan yang mengharuskan Aisyah ra memisahkan diri sesaat dengan rombongan, tanpa ia sadari dan begitu pula cheap jerseys rombongan, Aisyah tertinggal dari rombongan. Aisyah menunggu berharap rombongan yang telah berlalu itu kembali dan menjemputnya. Saat itu, Safwan bin Mu’atal melewati daerah dimana Aisyah ra menunggu jemputan rombongannya.  Mengetahui nba jerseys sales Ummul Mukminin tertinggal dari rombongan, Safwan pun mengantarkan Aisyah kembali pada rombongan yang terdapat Rasulullah juga di dalamnya. 

1 2