Taubat, Menerima Cinta Sang Pencipta




Ada kalanya kita merasa begitu dekat dengan Allah. Kita bisa dengan mudah beribadah secara khusyu dan bangun di sepertiga malam untuk mendirikan tahajud; tilawah satu atau dua juz sehari terasa begitu ringan; dzikir pagi dan petang pun tak pernah terlewat. Hingga kemudian pada suatu kesempatan kita melakukan perbuatan dosa. Segala keindahan tadi seolah runtuh. Sebuah pikiran hipokrit pun melintas bahwa Allah tidak akan menerima kita lagi, sehingga kita berpikir bodoh untuk terus menerus berkubang dalam lembah dosa.

Sebagai manusia kita memang tidak pernah luput dari dosa. Terlebih bagi kita yang masih sangat dangkal ilmu. Kita yang tidak seberapa dalam memberikan kontribusi dan kebaikan bagi agama dan umat. Bahkan mungkin kita yang sesekali ragu atau menentang peraturan yang telah Allah tuliskan. Tentulah dosa kita sungguh telah menggunung. Astaghfirullah.

Sungguh suatu kelegaan jika kita begitu takut akan Allah dan kalut Allah tidak akan memaafkan dosa yang kita Cheap Jordan Shoes perbuat. Ini berarti iman kita masih terjaga. Dalam hal ini Islam sebagai ngay, agama yang sempurna dan penuh kasih sayang mengajarkan kita akan taubat, di mana kita sebagai makhluk yang tak luput dari dosa berkesempatan untuk memperbaiki diri dan mendamba ampunan dari Allah.




Sebelum berangkat lebih jauh kita tentu harus kembali mengingat kedudukan dosa di tengah-tengah kehidupan yang kita jalani. Kita memang tidak pernah luput dari dosa. Tapi sungguh dan sungguh, jangan sampai dosa melekat menjadi identitas kita. Astaghfirullah. Karena dosa adalah penghalang besar bagi kita untuk semakin taat kepada-Nya.

Rasulullah cheap jerseys shalallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan gambaran dosa seperti noda hitam dalam hati.

“Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua dosanya.” (HR Tirmidzi)

Kita memang tidak luput dari dosa. Namun, jangan sampai dosa tersebut menguasai diri kita sehingga langkah kita yang ingin mendekat pada-Nya terhalangi. Kita harus Cheap Ray Bans pandai menguasai diri dan rajin bertaubat agar perbuatan dosa enggan untuk mengambil alih.

Rasulullah berkata, “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Leave a Reply