Mengintip Masjid Kuno di Ghana




Masjid Larabanga merupakan masjid tertua di Ghana sekaligus sebuah bangunan bersejarah paling penting di Afrika Barat. Bangunan masjid tersebut telah berdiri sejak tahun 1.400-an. Masya Allah! Di depan masjid sebenarnya tertera tulisan larangan mengambil foto masjid. Namun, seorang reporter dari Ilmfeed menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai sejarah dari masjid tersebut. Imam masjid pun menyetujuinya.

Seperti apakah bangunan masjid yang telah berdiri selama berabad-abad tersebut? Intip yuk!

 




Masjid Larabanga yang berdiri sejak abad 14 tersebut didirikan oleh Ibrahim Ayuba al-Ansari yang didatangkan dari Madinah oleh gurunya (syaikh). Foto di atas merupakan pintu masuk masjid. Bagian yang bercatkan hitam di bawah tersebut merupakan pondasi asli bangunannya.

<img class="aligncenter wp-image-3504 " src="http://zonamasjid.com/wp-content/uploads/2017/03/Larabanga-mosque-ilmfeed-3.jpg" width="551" height="735" srcset="http://zonamasjid.com/wp-content/uploads/2017/03/Larabanga-mosque-ilmfeed-3.jpg 720w, http://zonamasjid.com/wp-content/uploads/2017/03/Larabanga-mosque-ilmfeed-3-225×300.jpg 225w" sizes="(max-width: 551px) Wholesale Jerseys 100vw, 551px” />

Meskipun suhu di wilayah Larabanga panas, tetapi ruangan Cheap Jordan Shoes di dalam masjid NFL Jerseys Cheap tetap selalu dingin. Hal ini karena bangunan masjid terbuat dari lumpur. Batang pohon hitam yang melengkung (dan cheap jerseys wholesale tampak di foto atas) dipasang untuk membantu menyangga atap. Bahan-bahannya ini berasal dari sebuah hutan yang terletak tidak jauh dari masjid. Batang kayu tersebut juga sangat padat, sehingga jika diketuk suaranya pun akan terdengar seperti batang logam.

 

Foto di atas merupakan salah satu jamaah masjid. Masjid pun kerap dipenuhi oleh jamaah yang shalat berjamaah sebanyak lima kali sehari. Setiap hari Jumat, ada ratusan jamaah laki-laki dan perempuan yang datang untuk melangsungkan shalat Jumat di dalam masjid, lalu sisanya berada di bagian luar.

Dikatakan bahwa pendiri masjid ini, Ibrahim Ayuba al-Ansari dimakamkan di bawah tempat ini, tepatnya di bagian pohon yang kini telah tumbuh. Masyarakat setempat mengatakan bahwa ia berasal dari Banu al-Najjar, yaitu suku yang sama seperti ibunda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Setiap tahun buah dan dedaunan dari pohon berusia 500 tahun tersebut dipanen Erice dan dibagi-bagikan ke masyarakat sekitar untuk menjaga keharmonisan, kedamaian dan persaudaraan di antara mereka.

Masyarakat setempat juga rutin memperbaharui lumpur di bagian dinding luar masjid dan mengecatnya ulang setiap muslim hujan. Potongan-potongan cabang kayu ditancapkan untuk menandai tingkat dan tinggi selama proses tersebut.

 

Meeting Imam Osman Sulaiman who leads the five daily prayers at the Larabanga mosque. We also met his two brothers and were shown a picture of his late cheap football jerseys china father after he had returned from Hajj, he was the grand-Imam of the whole area, may Allah have mercy on him.

Di sana tim Ilmfeed bertemu dengan imam masjid Osman Sulaiman yang memimpin shalat berjamaah di Masjid Larabanga, serta dua saudaranya dan foto almarhum ayahnya–imam besar di wilayah Larabanga–yang telah meninggal selepas melaksanakan haji.

Ruangan kecil di atas mihrab dan dapat diakses melalui atas masjid tersebut adalah tempat di mana pendiri masjid–Ibrahim Ayuba al-Ansari–biasa menghabiskan waktu untuk membaca Al Qur’an, beribadah, dan berkontemplasi.

Sumber: ilmfeed.com

 

Leave a Reply