4. Kemaksiatan menimbulkan rasa gelisah ketika berinteraksi dengan orang shalih.

Kegelisahan akibat maksiat akan menjadi lebih terasa ketika seorang pelaku maksiat bermuamalah dengan orang-orang shalih. Kalau kegelisahan itu semakin kuat, ia akan semakin menjauh dari mereka, enggan bermajelis dengan mereka, tidak dapat mengambil manfaat dari mereka, dan menjadi semakin dekat dengan golongan setan sesuai dengan kadar kemaksiatannya. Kegelisahan itu juga akan mengendap di hatinya dan berdampak buruk pada hubungannya dengan anak, istri dan sahabat-sahabatnya. Bahkan pada hubungan antara dia dengan dirinya sendiri. Kegelisahan tersebut bisa jadi terlihat oleh orang lain. Sebagian salaf mengatakan, “Sesungguhnya jika aku bermaksiat kepada Allah, niscaya aku akan melihat dampaknya pada tingkah laku hewan tunggangan dan istriku.”

5. Kemaksiatan membuat urusan menjadi sulit




Orang yang bermaksiat akan ditimpa kesulitan dalam segala urusannya. Tidaklah ia menuju kepada sesuatu, melainkan akan ia temui penghalang atau kesulitan. Hal ini kebalikan dari orang yang bertakwa kepada Allah. Urusannya akan Allah jadikan mudah. Maka betapa mengherankan, bagaimana bisa seorang hamba tidak mengerti mengapa ia mendapati pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup baginya, dan jalan-jalannya sangat sulit dia lalui.

6. Kemaksiatan menimbulkan kegelapan di dalam hati

Orang yang bermaksiat akan mendapati kegelapan di hatinya secara hakiki. Ia akan merasakannya sebagaimana ia merasakan kegelapan malam yang gulita. Kegelapan maksiat di dalam hatinya seperti gelapnya malam dalam pandangan mata. Karena ketaatan adalah cahaya dan kemaksiatan adalah kegelapan. Apabila kegelapan itu semakin kuat, semakin bertambah pula kebingungannya. Sehingga ia akan terjatuh dalam bid’ah, kesesatan dan perkara-perkara yang membinasakan dalam keadaan tidak menyadarinya. Bak orang buta yang berjalan sendirian di kegelapan malam. Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhumengatakan, “Sesungguhnya kebaikan itu akan memunculkan sinar di wajah, cahaya di hati, keluasan dalam rejeki, kekuatan di badan dan kecintaan di hati orang. Dan sesungguhnya keburukan itu mengakibatkan kesuraman di wajah, kegelapan di hati, kelemahan di badan, kekurangan dalam rejeki dan kemurkaan di hati orang.”

1 2 3 4