Dampak Buruk Kemaksiatan




Sebaliknya, orang jahat yang suka berbuat maksiat, apabila ia meninggalkan kemaksiatan dan mengerjakan amal shalih, jiwanya akan terasa sesak, dan pikirannya akan menjadi kacau, sampai ia kembali mengerjakan kemaksiatan itu. Dan sungguh, betapa banyak pelaku kemaksiatan yang terus menerus melakukan perbuatan maksiatnya, bukan karena ia mendapatkan kenikmatan dari perbuatannya itu, namun karena ia merasa sakit ketika tidak melakukannya. Sampai-sampai ada dari mereka yang mengatakan, “Beberapa gelas khamar aku minum dengan begitu nikmat. Sedangkan gelas-gelas berikutnya aku minum untuk mengobati rasa sakit akibat dari beberapa gelas itu.” Yang lainnya juga berkata, “Obat dari sakitku adalah penyebab penyakitku itu sendiri, sebagaimana pecandu khamar berobat dengan khamarnya.”

10. Kemaksiatan mengendurkan semangat berbuat kebaikan

Dampak ini termasuk yang paling dikhawatirkan atas seorang hamba. Kemaksiatan membuat hati tidak memiliki semangat lagi untuk berbuat baik, sedangkan keinginan berbuat maksiat semakin menguat. Dengan sebab itu, keinginan bertaubat akan melemah sedikit demi sedikit, sampai hilang sama sekali dari hatinya. Keadaan ini termasuk di antara penyakit yang sangat berbahaya dari kemaksiatan, dan yang paling banyak menjerumuskan orang pada kebinasaan.




Demikian beberapa dampak buruk kemaksiatan. Masih ada sekian banyak dampak buruk yang belum disebutkan. Semoga dengan ini kita berhenti dari segala bentuk kemaksiatan dan mudah-mudahan Allah benar-benar menyelamatkan kita darinya.

 

Disadur dari Ad-Daa` Wad Dawaa`, Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah, Buletin Dakwah Jumat AS-SUNNAH Ed.56

Leave a Reply