Sesungguhnya sifat kemunafikan lebih berbahaya daripada kekafiran. Di satu sisi menampakkan keislaman namun di sisi lain menyembunyikan kekufuran. Betapa meruginya bagi seorang muslim yang menjalani kehidupan dalam kemunafikan.

Bisa jadi ibadahnya melebihi orang mukmin lainnya, mulutnya berzikir namun hanya sampai tenggorokannya, shalatnya tidak lebih dari gerakan biasa, bahkan doanya juga tidak didasari dari hatinya.

“Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahannam-lah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar” (At Taubah [9]: 63)




Allah Subhanallahu wa Ta’ala juga mengancam para pelakunya tidak akan mendapatkan penolong pada hari akhir.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 145)

Sesungguhnya segala perbuatan yang kita lakukan akan dihisab semuanya. Memohon perlindungan kepada Allah dari kekufuran dan kemunafikan merupakan bukti adanya perasaan takut terhadap penyebab hilangnya iman. Berbahagialah bagi siapa pun yang terbebas dari kemusyrikan dan kemunafikan.

Ya Allah, jauhkan kami dari kemunafikan.
Bimbinglah kami agar senantiasa mentaati perintah dan menjauhi larangan dari-Mu.

Tuntunlah kami agar dapat mengimani seluruh ayat-ayat-Mu.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Laa ilaaha illaa anta…

Ya Allah, kabulkan permohonan kami ini.
Aamiin