Tidakkah kita sadari, bahwa sesungguhnya Allah telah mengatur dan menentukan rezeki setiap mahluk? Tidaklah mungkin satu suap makanan yang telah dijatahkan untuk kita, kemudian masuk ke mulut orang lain. Tidaklah kita menemui ajal jika ada satu butir nasi yang menjadi jatah tidak dimakan.

Lalu mengapa kita harus memaksakan diri meraih rezeki dengan cara-cara yang diharamkan dan tidak di ridhai Allah Subhanahu wa ta’ala? Ragukah kita dengan rezeki yang telah dijanjikan Allah?

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang merasa cukup dengan rezeki yang halal.
Aamiin ya mujibas saailiin