Category: Kisah

Pelantun Buah Bibir (Bag 5)

Sudah bulan ke tiga Bik Jum bekerja sebagai asisten di rumah Arimbi. Ia masih mempertahankan wanita paruh baya tersebut. Bersyukur akhir-akhir ini ia disibukkan dengan kegiatan mengelola toko, sehingga intensitasnya bertemu dengan Bik Jum terbilang sedikit. Hanya pagi sebelum ia berangkat. Dan ini berarti, kesempatan terlibat …

Pelantun Buah Bibir (Bag 4)

Tidak lama kemudian keduanya duduk bersama menikmati teh dan pisang goreng hangat buatan Bik Jum. Sebelumnya wanita paruh baya itu mengeluhkan rasa teh hijau yang menurutnya pahit dan tidak sesedap teh Fake Oakleys melati biasa. Sedangkan Arimbi menceritakan khasiat dari teh hijau yang tetap ia minum, …

Mendoakan Pelaku Kezaliman

Allah berfirman, “Aku bergantung pada prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingatnya dalam pikirannya,kebaikan darinya (amal-amalnya). Jika ia mendekat kepada-Ku setapak, Aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta. Jika …

Pelantun Buah Bibir (Bag 3)

“Bu Arimbi yang sabar aja ya,” ucap Bu Radhiya sambil meletakkan secangkir teh panas yang masih mengepul di atas meja. “Silakan diminum,” lanjutnya. Arimbi tersenyum. “Makasih, Bu.” “Sering-sering ingetin aja, supaya Bik Jum nggak usah ngobrolin yang aneh-aneh pas lagi kerja.” Arimbi menyesap tehnya, lalu tersenyum …

Pelantun Buah Bibir (Bag 2)

Pukul delapan pagi Bik Jum sudah selesai membereskan rumah. Sebelum beranjak untuk menyetrika tumpukan baju yang mulai menggunung, ia kembali merapikan dapur Resumé yang wholesale jerseys baru saja dibuat berantakan oleh Arimbi. Wanita itu baru saja mencoba salah satu resep masakan Jepang dari blog rekomendasi Listy. …

Pelantun Buah Bibir (Bag 1)

Pagi itu, tepat pukul enam lewat limabelas menit, seorang wanita paruh baya yang tengah ditunggu Arimbi sudah berdiri di ambang pintu ruang depan. Tubuh gempalnya mengenakan kaus partai yang sudah robek di bagian bahu kanan dan celana kain kotak-kotak lebar dengan panjang sedikit melewati lutut. Rambutnya …

Taubatnya Malik bin Dinar

Aku adalah Malik bin Dinar. Inilah kisahku. Dahulu, aku dikenal sebagai seorang hartawan yang gemar meminum minuman keras dan berlaku maksiat. Suatu malam, aku tertidur dalam keadaan mabuk nba jerseys sales setelah menenggak minuman keras kesukaanku. Aku bermimpi seakan-akan kiamat itu terjadi. Terompet sangkakala ditiup dan …

Wasiat Sang Ahli Kunci

Dikisahkan bahwa seorang ahli kunci terkenal piawai memperbaiki dan membongkar beragam jenis kunci, hingga banyak yang telah menggunakan jasanya itu. Setelah puluhan tahun membantu orang dengan jasanya, ia memutuskan akan berhenti dari pekerjaannya. Saat itu ia memiliki dua orang murid yang telah mengikutinya sejak lama. Ia …

Belajar Ikhlas dari Sedekah Tukang Siomay

Siapa yang berupaya untuk mendukung hajat orang lain agar segera tercapai, maka dengan cepat hajat kita pun akan segera cheap jordans online tercapai juga. Demikianlah slogan yang dipegang Zhairy, seorang pedangang siomay yang hidup Wholesale Jerseys serba dalam kesederhanaan, tetapi tidak pernah lepas dari sedekah yang …

Abu Nawas dan Nadzar Sederhana

Dikisahkan, Abdul Hamid Al-Kharizmi, seorang saudagar kaya di kampung halamannya. Ia telah lima tahun menikah, namun belum juga dikaruniai keturunan. Suatu hari setelah melaksanakkan shalat sunah, ia menghaturkan nadzar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Ya Allah, jika Engkau mengaruniai aku seorang anak, maka akan kusembelih seekor …